amyunus replied to your post: click and go

Nice pickline. abis click eh go. Hahaha.

hahaha thank you!

amyunus replied to your post: Ngga Paham Sama Kehidupan Eps 5 : Berd…

Lo mirip banget sih same sobat gue. Tinggal nunggu klop aja sama orang yang bisa “ngimbangin” lo. (atau udah ya jangan-jangan? Hehe)

waduh haha repot ya kalau ada lebih banyak lagi orang kaya saya hahaha. beberapa orang terdekat sudah maklum, tapi setelah tau diri sendiri, jadi lebih gampang menyesuaikan dengan ‘dunia luar’ :))

jalanjalansore replied to your post “Ngga Paham Sama Kehidupan Eps 5 : Berdamai Dengan Diri Sendiri”

I’m a proud friend who found out finally her friend knows who she is.Gue aja setelah bertahun-tahun ngga tau…… The only thing I know, it’s fun to be entertaining person, but important to be mean. #GueCurcolTerusGaSih

hahaha lebay. mayaan…

ngga semua orang tau dirinya kaya gimana sih, yang penting mah nyaman nad, kaya di bus patas

This sweet temptation i could not resist…

Ngga Paham Sama Kehidupan Eps 5 : Berdamai Dengan Diri Sendiri

Di postingan cerita kkn, saya pernah bilang, kalau saya mau jauh-jauh ke lombok hanyak untuk mengenal diri saya lebih jauh. Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab, atau pertanyaan khas anak ABG : saya ini orangnya kaya apa sih. Melancholis as its finest. 

Setelah 2 bulan disana saya merasa ngga nemu pencerahan apa-apa. Though i’m end up a bit lost. 

Beberapa bulan setelah kkn satu per satu pertanyaan mulai kejawab. 

Yang masih belum kejawab adalah : kok saya susah banget sih punya ‘koneksi’ sama orang. Kok saya gampang kesel-kesel sih. Kok saya ngga punya temen lamaaaa yang stay connected dari jaman sd sampai kuliah. Sebenernya saya ngga terlalu nyaman sama diri saya sendiri yang ngga bisa charming dan friendly kaya orang lain. 

Awalnya saya ngira diri saya agak-agak bipolar. Karena kalau lagi sedih, bisa berlarut-berlarut. Tapi kalau lagi seneng, spontan dan semangat banget ngelakuin ini itu. Tapi kayanya berlebihan deh, karena ngga pernah terlalu ekstrim sih fase sedih dan senengnya itu. 

Ngga tau kenapa ya kenapa saya insisted kalau saya kaya gini harus ada penjelasannya.

Akhirnya saya baca-baca artikel tentang introvert. Ada 11 poin. Kesebelasnya itu saya banget. 

http://playfullytacky.com/2014/07/16/things-you-should-know-about-introverts/

Mulai agak lega tapi masih ngeganjel sedikit. 

Nadhila pernah tanya, “kenapa sih kalau orang introvert harus ngomong-ngomong kalau dia introvert, dan elu juga melakukan itu”

Mungkin jawabannya, karena introvert minoritas. Eh tapi saya sebenernya ngga tau sih, banyakan intro atau ekstro. Tapi mungkin jawabannya juga bisa, karena…pembawaan kita ngga seperti orang kebanyakan. 

yang sebenernya pernyataan ini bisa langsung dicela sama cepe

"feb. lu mah apa-apa dipikirin ya"

Mungkin sama beberapa orang ini ngga masalah. Tapi yang mempermasalahkan ini adalah diri saya sendiri karena sebenernya ngga nyaman. 

HAHAHAHA. 

Akhirnya setelah disadarkan bryan dan cepe yang sering banget bilang gini “terlalu melankolis, apa-apa dipikirin”

Akhirnya lengkap : introvert, melankolis, serius, sensitif

Introvert ngga diasosiasikan dengan hal yang jelek kok. Ngga sama sekali. Melankolis, karena ternyata saya punya atensi berlebih sama kata-kata. Entah di lirik, film, atau foto. Serius karena apa-apa dipikirin. Sensitif, di luar kekakuan saya dalam bersikap, tapi saya sensitif sama apa yang lagi dirasain oleh orang-orang terdekat saya.

Terlepas dari itu semua, bersikap baik ke orang-orang adalah keharusan. Karena kita ngga bisa mikirin diri kita sendiri terus-terusan, minta orang maklum sama kita, tapi kita ngga mau mengerti mereka. Setelah ini saya berhenti mempertanyakan ini semua, karena udah kejawab.

Akhirnya sekarang saya pelan-pelan untuk nanggepin orang dengan baik, mulai pake emoticon, ngga asal ceplos lagi, kalau berpendapat sekarang lebih netral, dan kurang-kurangin ngomong yang ngga penting. Sekarang jauh lebih enteng hidupnya. 

Pelan-pelan saya sudah bisa menerima diri saya sendiri dan berdamai dengan sederhana. 

Tags: introvert